Paudfip's Blog

Pendidikan Anak pada Zaman Romawi

Posted on: Juni 18, 2009

BAB I
PENDAHULUAN

Selama 5000 tahun sejarah yang tercatat, pendidikan di rumah, gereja, atau sekolah telah merupakan cara penting untuk menyebarkan tradisi-tradisi dan pengetahuan praktis kepada generasi-generasi yang berikutnya. Hal ini dapat dicontohkan oleh binatang yang mengajarkan kebiasaan-kebiasaan dan ketrampilan-ketrampilan kepada anak-anak mereka melalui peniruan dan disiplin karena belajar adalah perlu bagi kelangsungan hidup dalam satu lingkungan yang bermusuhan. Akan tetapi hanya manusia yang telah menemukan berbagai sistem pendidikan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sangat penting dan mencapai tujuan pribadi maupun tujuan sosial.
Perkembangan bahasa telah memungkinkan manusia dalam masyarat yang paling primitif sekalipun untuk menambah peniruan dan disiplin dengan pelajaran-pelajaran lisan tentang keselamatan dan tugas-tugas ekonomi. Akan tetapi bagi para penguasa yang terdorong oleh ambisi politik mereka menggunakan program-program pendidikan untuk memajukan kepentingan-kepentingan kebangsaan mereka. Para pemimpin agama dan para ahli filsafat yang megabdi kepada cita-cita moral telah berusaha untuk menuntun masyarakat mereka ke arah standar-standar hidup dan kebudayaan yang tinggi melalui pendidikan.
Bangsa Romawi adalah bangsa yang praktis. Perkembangan kerajaan itu mula-mula menghendaki pejuang-pejuang. Kemudian mereka pandai pula membentuk kerajaan yang kuat. Jadi pada mulanya bangsa Romawi itu belum memperhatikan pendidikan mereka, mereka hanya memperhatikan tentang kenegaraan yang sifatnya perjuang dan kerajaan yang kuat untuk mempertahankan negara
Pada zaman Romawi, pendidikan juga merupakan salah satu sumber dalam meningkatkan derajat peradaban yang telah ada pada zaman sebelumnya, yaitu pada zaman Yunani. Orang-orang Romawi mampu meningkatkan derajat peradaban bangsanya melalui pemikiran yang pragmatis.
Pada zaman Romawi kuno, ilmu pendidikan itu lebih difokuskan pada keahlian dalam berbicara atau berpidato (Orator), retorika, karya-karya satra, teknik perang dan administrasi pemerintahan. Tokoh-tokoh pendidikan pada zaman romawi kuno diantaranya:
1. Alexander Agung, Helenisme (334-323 SM),
2. Cicero (106-43 SM)
3. Quitilian (35-95 TM).

BAB II
PEMBAHASAN

Pada masa peradaban tua tekanan utama pendidikan kepada manusia ialah bagaimana cara berusaha agar manusia itu tidak lupa akan segala norma yang berlaku secara lisan di tengah-tengah masyarakat. Ini berlaku untuk semua peradaban tradisional manusia mengenal alfabeth. Dan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kelupaan ialah melalui cerita lisan yang diteruskan kepada anak dan cucu, tentang segala aturan dan norma hidup tang juga diterapkan secara lisan. Begitulah dari generasi ke generasi, manusia mendidik generasi berikutnya dengan cara bercerita.
Pada pendidikan Romawi lama, pendidikan dimulai pada usia anak-anak tujuh tahun. Kebiasaan anak laki-laki dan perempuan didik di rumah, untuk kebiasaan baik dalam pembicaraan dan perbuatan. Setelah bertambah umurnya, mereka diajarkan berburu, berlari, melompat, melempar bola dan tombak kuda serta menunggang kuda dan berenang. Jadi yang penting bagi pendidikan anak Romawi adalah yang berguna, yang menguntungkan negara, menjaga agama dan kesusilaan. Yang menjadi tempat pendidikan adalah rumah tangga sendiri dan yang menjadi pendidik adalah orang tua mereka sendiri. Tujuan dari pendidikan ini adalah untuk membentuk manusia yang selalu siap sedia berkorban membela kepentingan tanah airnya. Yang diutamakan benar-benar adalah pembentukan warga Negara yang cukup sebagai tentara. Adapun pendidikan tidak menjadi tugas negara, yang dipentingkan adalah jasmani dan kesusilaan.

1. Pendidikan pada Peradaban Helenistik
Di bawah pemerintahan Alexander agung, kebudayaan yunani telah menyebar keseluruh penjuru dunia. Berkembanglah corak kebudayaan baru yang dinamakan kebudayaan Hellenisme, yakni perpaduan unsur –unsur budaya Yunani dengan Romawi. Sekitar abad ke-4 SM, dimulailah periode Hellenis, di mana kebudayaan Romawi mulai masuk ke Yunani. Pertemuan kedua kebudayaan ini kemudian mempengaruhi juga pendidikan di Yunani. Idealisme manusia tidak hanya ditemukan dalam individu (Yunani) : dalam pemeliharaan jiwa Sokrates, dalam keterlibatan ala Plato manusia yang memiliki arete adalah manusia yang berada dalam sebuah dunia yang tergabung secara global melalui berbagai macam kebudayaan dunia. Pemahaman ini membuka kepada kepada ide humanitas. Akhirnya pendidikan pada masa ini bergeser kepada pendidikan yang berciri humanitas.
Inilah paideianya ala Romawi. Pada masa ini juga muncul berbagai displin ilmu seperi matematika (Euklides), fisika (Archimedes), astronomi (Aristrakus), geografi (Erastisfene), dan lain-lain. Lewat kebudayaan helenis, paideia Yunani berubah menjadi humanitas yang sedalam-dalamnya.
2. Pendidikan pada Peradaban Romawi dan abad pertama dari Republik Romawi
Pada masa ini paideia Yunani mulai berkembang dan mempengaruhi pendidikan di Romawi. Tekanan utama pada paideia Romawi yang baru (yang tidak ada sebelumnya) ialah : peranan penting tradisi dan keluarga dalam pendidikan. Pendidikan di Roma pada abad-abad sebelum masehi ialah dibentuk melalui keluarga dengan cara menghormati apa yang disebut dengan mos maiorum dan sistem pater familias.
Materi dasar bagi pendidikan adalah seperti mengutamakan kebaikan tanah air, la pietas (devosi), la fides (kesetiaan), la grafitas (kualitas hidup) dan la constantia (stabilitas). Semua orang yang didik harus diarahkan kepada manusia yang mempunyai keutamaan seperti 4 hal tersebut, dan ini harus dibentuk sejak orang berada di dalam keluarga.

3. Pendidikan pada Peradaban Cicero
Pendidikan pada peradaban ini berkisar 106-43 SM. Cicero telah mencapai ketenaran dalam berbagai bidang. Ia dikenal sebagai seorang yang ahli pidato besar, seorang ahli filsafat, seorang pengacara yang sangat cakap, seorang penulis yang sangat ulung dalam latin, seorang penulis surat-surat yang mempesonakan, dan seorang pendidik. Karena kepandaiannya yang beraneka ragam dan pengetahuannya mengenai bidang-bidang praktis dan kruktural, maka ia sangat dihormati oleh para cendikiawannya sendiri.
Cicero dan keluarganya tinggal di suatu kota di Italia. Sebagai seorang pemuda, Cicero belajar baik dengan guru pribadi maupun sekolah-sekolah romawi. Pada usia tujuh belas tahun, ia menerima latihan militer dalam tahun 89 SM, ia secara terpuji berdinas dalam tentara Romawi. Selama usia dua puluhan ia berpraktek sebagai ahli hukum untuk beberapa waktu, tetapi kemudian karena alasan kesehatan berpergian ke Athena Rhodes dan Asia Kecil, dan selama itu pula ia mempelajari retorika dan filsafat di bawah bimbingan guru-guru terkemuka.
Dalam karir sebagai pejabat negara Cicero secara terus menerus terlibat dalam konflik-konflik dan kekerasan politik Romawi. Ia pernah menduduki jabatan-jabatan tinggi, menuntut para pejabat yang korup, sehingga ia mempunyai banyak musuh dan dalam tahun 43 SM, ia dijatuhkan hukuman mati.
Karya dan pengaruh Cicero dalam dunia pendidikan telah banyak memberikan sumbangan pemikiran kepada pendidikan dan filsafat demi kemajuan rakyatnya. Pada abab ke empat belas dan lima belas, gagasan dan pemikiran Cicero tentang pendidikan banyak sekali tertuang dalam hasil-hasil karyanya dan kumpulan pidato-pidatonya digunakan sebagai contoh untuk mengajarkan pemakaian bahasa secara efektif dan filsafat oleh para cendikiawan di seluruh Eropa. Cicero juga telah memberikan dorongan yang hebat untuk mempelajari tulisan-tulisan Yunani dan Romawi kuno terhadap unsur-unsur kebudayaan Renaisance. Renaisance itu sendiri adalah salah satu akibat yang dibawa oleh perang Salib, yang memungkinkan berpindahnya kembali kekayaan intelektual kuno ke tanah Eropa.
Cicero bukanlah seorang ekstrimis tetapi ia lebih menyerupai seorang tokoh yang yang ingin melestarikan cita-cita dan nilai-nilai tradisional yang berasal dari ahli-ahli filsafat Yunani.

4. Pendidikan Pada Peradaban Quintilian
Peradaban ini berkisar dari tahun 35-95 M. Tujuan dari pendidikan pada peradaban ini adalah menjadi pembicara atau orator. Aspek pedagogi sudah harus dimulai pada tahun pertama masa kanak-kanak, ada keyakinan dalam semua diri manusia, menekankan juga pada kualitas pendidikan keluarga, pendidikan sebelum sekolah formal, nasihat didaktik kepada bacaan dan tulisan, telah adanya sekolah privat dan publik, guru retorik, mengembangkan talenta dan bakat natural dan menjadi seorang orator sempurna. Sudah terdapat tiga tingkat pendidikan yang ditawarkan oleh Quintiliano, yaitu Primaria, Secondaria, dan Superiore.
Quintilian adalah seorang pendukung yang bersemangat bagi pendidikan sekolah umum. Warga-warga yang mampu mempunyai pilihan antara mempekerjakan guru-guru pribadi di rumah atau mengirimkan putra-putra mereka ke sekolah-sekolah dengan membayar uang sekolah. Pada suatu waktu ketika korupsi merajalela di antar pegawai-pegawai negeri dan profesi lainnya, orang tua mungkin lebih menyukai mendidik anak-anak mereka di rumah daripada mengambil resiko pergi sekolah teman-teman yang tidak diinginkan. Quintilian memperdebatkan bahwa kelakuan yang jahat dapat dipelajari dengan mudah di rumah, sedangkan suatu sekolah dapat mempekerjakan seorang guru terbaik bagi kelompok besar siswa dan dengan demikian mencegah atau mengoreksi kebiasaan-kebiasaan yang buruk, sementara mengajarkan hal yang pokok secara lebih efisien daripada guru-guru di rumah.
Quintilian menentang hukuman badan berdasarkan alasan bahwa seorang guru yang efisien dapat mendisiplinkan para pemuda secara lebih baik. Memukul seorang pemuda hanya akan memperkerasnya saja, membuat benci dan kejam, dan menciptakan ketidakhormatan daripada menghormati gurunya. Para pemuda secara jujur diberi pujian bagi prestasi-prestasi mereka dan dikritik untuk tingkah laku mereka yang tak baik dan kesalahan-kesalahan mereka. Seorang guru harus memperlihatkan itikad baik dan perhatian kesulitan-kesulitan dan kemajuan para siswa.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada makalah ini, kesimpulan yang kami ambil adalah :
 Pendidikan pada zaman Romawi lama sangat dipengaruhi oleh hasil pemikiran beberapa tokoh pendidikan dan filsafat pada zaman tersebut.antara lain, zaman hellenisme yang dipelopori oleh Alexander Agung, Cicero, dan Mario Fabio Quintiliano.

 Paham hellenis ini memfokuskan pada pada tekanan utama pada kultur dan ilmu pengetahuan. Ciri khas pendidikan hellenis adalah Paidea Humanitas ( semua manusia dididik untuk memenuhi sikap prikemanusiaan kepada sesamanya).

 Pendidikan pada zaman hellenisme dimulai pada usia 7 – 19 atau 20 tahun. Ilmu yang dipelajari antara lain: matematika, geografi, botani, medis, dan stroriografi. Selain itu telah ada pembagian tingkatan sekolah: sekolah dasar, menengah, dan lapangan gymnasium tempat untuk pertandungan olahraga.

 Pendidikan pada zaman Cicero memfokuskan pada keahlian berbicara didepan umum atau berpidato ,yang menitik beratkan pada pemakaian bahasa secara efektif yang menjadi dasar kurikulum tersebut.

 Pendidikan pada zaman Quintillian, harus dimulai pada tahun pertama masa kanak-kanak, yang lebih menekankan pada kualitas pendidikan keluarga, pendidikan prasekolah formal, nasehat didaktik pada bacaan dan tulisan, telah adanya sekolah privat dan publik, guru retorik, mengembangkan talenta dan bakat natural dan menjadi orator utama.

B. Saran
Dengan mempelajari pendidikan pada zaman Romawi lama ini, kami menyarankan agar pendidikan anak pada saat ini dimulai dari keluarga dan dilakukan oleh kedua orang tua. Sehingga pada usia tujuh tahun sampai dua puluh tahun, anak-anak lebih siap dalam psikis maupun fisik untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Selain mempelajari ilmu matematika, botani, medis, geografi, storiografi, filologi dan astronomi, anak-anak juga diarahkan untuk mengoptimalkan kemampuannya dalam berkomunikasi di depan umum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalenderku

Juni 2009
S S R K J S M
    Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Flickr Photos

More Photos

Arsipku

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: